MITRA - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menjadi Fenomena Politik tersendiri bagi Sulut, Karena untuk pertama kalinya hanya satu pasangan calon kepala daerah, James Sumendap berpasangan dengan Jesaya Jocke Legi.
Namun akhir-akhir ini, geliat Kolom Kosong (KoKo) mulai bermunculan. Bahkan mengkampanyekan KoKo pun sepertinya siap tampil, terbukti dengan alat peraga kampanye KoKo yang dipasang Warga kian marak beredar di media sosialita.
Mulai dari pemasangan Baliho berukuran besar yang menuliskan kalimat kampanye ajakan kepada warga untuk mencoblos KoKo.
Tulisan yang dipampang didalam Baliho tersebut bertuliskan, "Sukseskan Pilkada Mitra 2018, Kami Masyarakat Minahasa Tenggara Siap Memenangkan Kolom Kosong, Torang Pasti Baku dapa di Pemilukada 2020".
Beberapa waktu lalu, Saat di wawancarai wartawan di sela sela pelaksanaan pembekalan calon kepala daerah oleh KPU dan KPK di Polda Sulut Kamis 12/4-2018, dengan nada agak sedikit tinggi dirinya menanggapi ketika dikatakan melawan kotak kosong adalah simbol kegagalannya sebagai pembina politik di kabupaten Minahasa Tenggara
“Harus di pertanyakan siapa yang mengatakan itu. Saat mencalonkan diri, Secara ilmiah saya kan menawarkan survey, anda mendukung saya atau tidak,kalau tidak tak mengapa juga. Tadi kan Saya katakan saya sedih karena tidak ada lawan,”tukasnya sambil tersenyum. (Redaksi)